Search

Akhma Collection

Mencari Redha Illahi

Tuntunan Akhlak

بِسمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم
______________________
🔹▪🔹▪🔹▪🔹▪🔹▪🔹

1⃣ Bacalah Al Qur’an secara Rutin

اقْرَإِ الْقُرْآنَ فِي كُلِّ شَهْرٍ، اقْرَأْهُ فِي عِشْرِينَ لَيْلَةً، اقْرَأْهُ فِي عَشْرٍ، اقْرَأْهُ فِي سَبْعٍ، وَلَا تَزِدْ عَلَى ذَلِكَ

“Bacalah (khatamkan) Al Qur’an pada setiap satu bulan sekali, (atau) khatamkan setiap dua puluh hari, (atau) khatamkan dalam tujuh hari dan jangan lebih dari itu.”
(HR. Bukhari, Muslim dan Abu Dawud)

🎀💙🎀💙🎀💙🎀💙🎀💙

2⃣Jaminan Masuk Syurga

أَبْشِرُوا، أَبْشِرُوا، إِنَّهُ مَنْ صَلَّى الصَّلوات الخمسَ، واجْتَنِبَ الْكَبَائِرَ، دَخَلََ مِنْ أَيِّ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ شَاءَ :
عُقُوْقَ الْوَالِدَيْن، وَالشّرْكَ بِالله، وَقَتْلَ النَّفْسِ، وقَذْفَ المُحْصََنَاتِ، وَأَكْلَ مَالَ اليَتِيْمِ، وَالْفِرَارَ مِنْ الزَّحْفِ. وَأَكْلَ الرِّبَا

“Bergembiralah, bergembiralah, bergembiralah, barangsiapa yang menunaikan shalat lima waktu dan meninggalkan tujuh dosa besar dia akan masuk dari pintu syurga manapun saja (yang dia suka); 7 dosa besar tersebut adalah : durhaka kepada orang tua, menyekutukan Allah, membunuh jiwa manusia, menuduh wanita baik-baik berzina, memakan harta anak yatim, melarikan diri dari peperangan dan memakan riba.”
(HR.Thabrani)

🎀💙🎀💙🎀💙🎀💙🎀💙

3⃣Sifat Syurga

وَعنْ سهل ابن ُ سعد رضِي اللَّه عنْهُ قَال : شَهِدْتُ مِنَ النَّبِيِّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم مجْلِساً وَصفَ فِيهِ الْجَنَّةَ حتَّى انْتَهَى ، ثُمَّ قَال في آخِرِ حدِيثِهِ : « فِيهَا ما لاَ عيْنٌ رأَتْ ، ولا أُذُنٌ سمِعَتْ ، ولاَ خَطَر عَلى قَلْبِ بشَرٍ ، ثُمَّ قَرأَ { تتجافى جُنُوبُهُمْ عَنِ المضَاجِعِ } إِلى قَوْلِهِ تَعالَى :  {فَلاَ تعْلَمُ نَفْسٌ ما أُخْفِيَ لَهُمْ مِنْ قُرَّةِ أَعْينٍ} .رواهُ البخاري .

Dari Sahl bin Sa’ad r.a. pula katanya: “Saya menyaksikan dari Nabi SAW akan suatu majlis yang di situ beliau Nabi SAW menerangkan sifat syurga, sehingga selesai, kemudian dalam akhir pembicaraannya beliau Nabi SAW bersabda: “Di dalam syurga itu adalah kenikmatan-kenikmatan yang tidak pernah ada mata yang melihatnya, tidak ada telinga yang pernah mendengarnya dan tidak pernah terlintas dalam hati seseorangpun.” Selanjutnya beliau membacakan ayat – yang artinya: “Lambung-lambung mereka menjauh dari tempat-tempat tidurnya  (yakni orang-orang yang berbakti kepada Allah dikala kebanyakan manusia lainnya tidur),” sehingga firmanNya: “Maka tiada seorangpun yang dapat mengetahui pahala yang disembunyikan untuk mereka yang berupa apa-apa yang menyenangkan mata. 
(QS. As-Sajdah: 17)  – (HR. Bukhari)

🎀💙🎀💙🎀💙🎀💙🎀💙

4⃣Syurga Bagi Ahli Puasa

إِنَّ فِي الْجَنَّةِ بَابًا يُقَالُ لَهُ الرَّيَّانُ يَدْخُلُ مِنْهُ الصَّائِمُونَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ لَا يَدْخُلُ مِنْهُ أَحَدٌ غَيْرُهُمْ يُقَالُ أَيْنَ الصَّائِمُونَ فَيَقُومُونَ لَا يَدْخُلُ مِنْهُ أَحَدٌ غَيْرُهُمْ فَإِذَا دَخَلُوا أُغْلِقَ فَلَمْ يَدْخُلْ مِنْهُ أَحَدٌ

“Sesungguhnya di syurga ada pintu yang dinamakan Ar – Rayyan, yang akan dimasuki oleh orang – orang yang berpuasa. Dan pada hari kiamat nanti tidak ada yang memasuki melaluinya kecuali mereka (orang-orang yang berpuasa). Dikatakan: “Mana orang-orang yang berpuasa? maka mereka berdiri dan tidak ada yang memasukinya kecuali mereka. Jika mereka sudah masuk, maka pintu itu di tutup dan tidak ada seorangpun yang masuk melaluinya.”
(HR. Bukhari, Muslim & At Tirmidzi)

🎀💙🎀💙🎀💙🎀💙🎀💙

5⃣ Nikmat Syurga

إِنَّ فِي الْجَنَّة ِمَالاَ عَيْنٌ رَأَتْ وَلاَ أُذُنٌ سَمِعَتْ وَلاَ خَطَرٌ عَلَى قَلْبِ بَشَرٍ

“Sungguh di Syurga itu ada sesuatu yang belum pernah terlihat mata, belum pernah terdengar oleh telinga, dan belum pernah terlintas oleh pikiran (hati) seorang manusiapun.”
(HR. At Thabrani)

وَ اللّٰهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَّاب
_____________________

   🔲ONE DAY ONE JUZ🔲

meryyanti

Advertisements

Generasi Rabbani Bukan Sekedar Shalih

Banyak pendidik memancangkan tekad mencetak generasi Rabbani. Tetapi apakah rabbani itu atau rabbaniyun (bentuk jamaknya)? Menurut Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu, rabbaniyun adalah orang yang berilmu dan mengajarkan ilmunya (ilmu agama). Jadi, tak sekedar berilmu.

Menurut Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu, rabbaniyun adalah sosok yang memberikan santapan ruhani bagi manusia dengan ilmu (agama) dan didik mereka atas dasar ilmu. Maka, tidak setiap yang memberi santapan ruhani dapat disebut seorang rabbani. Ia harus memiliki ilmu agama yang kuat dan memberi santapan ruhani dengan ilmunya. Ia juga mendidik manusia dengan ilmu agama.

Dari berbagai pendapat para ulama, dapat disarikan 3 aspek penting sehingga seseorang dapat disebut sebagai seorang rabbani. Tiga aspek itu apa saja? Ia berilmu, mengamalkan ilmunya dan mengajarkannya. Salah satunya tidak ada, ia bukanlah seorang rabbani. Maka mencetak generasi rabbani berarti mempersiapkan anak untuk sungguh-sungguh mengilmui agama, bersemangat mengamalkan dan mengajarkan.

Sekolah yang mencanangkan diri untuk mencetak generasi rabbani berarti harus membangkitkan militansi anak untuk mengajarkan agama. Shalih saja tidak cukup, betapa pun shalih merupakan keutamaan yang sangat mulia. Harus ada pada dirinya kehendak kuat untuk mengajarkan agama ini kepada manusia. Mengajarkan agama bukan berarti ia berprofesi menjadi guru agama. Lebih dari itu, ia senantiasa berkeinginan dan bersemangat mengajarkan agama kepada orang lain.

Tanpa mengilmui, mengamalkan dan kehendak kuat penuh semangat untuk mengajarkan agama kepada orang lain, tidak dapat disebut rabbani. Tidak peduli apa profesinya nanti, mengajarkan agama menjadi bagian dari kehidupannya. Ia berusaha mengajarkan agama yang lurus. Bukankah dakwah seharusnya merupakan fardhu kifayah yang memanggil kita untuk menjalaninya? Ia bukan profesi. Ia lekat pada diri ini.

Seorang rabbani bersemangat menambah ilmu bagi dirinya, mengamalkan dan berusaha mengajarkannya kepada orang lain agar mengilmui Islam. Nah, sudahkah sekolah yang mencanangkan untuk mencetak generasi rabbani menyiapkan hal ini? Ataukah hanya membiasakan anak beribadah?

Jangan keliru. Ibadah amat sangat penting. Tapi tanpa bersemangat mengajarkan kepada orang lain, ia bukanlah seorang rabbani.

Mohammad Fauzil Adhim

image

@akhwatmandiri

Catatan Besarku

Ada yang sedang memperjuangkan setengah diennya. Malu malu meminta kepada Tuhannya. Takut takut seandainya permintaannya terlalu tinggi tapi masih sangat yakin bahwa Tuhannya mendengar.

Ada yang setiap hari selalu rindu. Rindu agar ada yang bersedia dengan segala kerendahan hati memperbaiki dia yang ingin diperbaiki. Meluruskan apa yang bengkok. Datang dengan keberanian yang memukau, mengajak bersama sama untuk selalu jatuh cinta pada yang satu, Dia.

Ada hati yang selalu merasa bersalah. Merasa sedih karena takut terbagi. Terbagi menjadi banyak dan itu akan membuat Tuhannya cemburu. Sebab itu dia butuh teman yang ketika ia memandang, hati itu akan bertambah tambah cintanya kepada Tuhannya.

Tapi dia masih malu. Malu terlihat berharap padahal hatinya selalu terjaga. Memohon mohon agar setiap doa doa tadi mau membuat pintu pintu langit terketuk. Mengiba iba agar Tuhan mau dengan rahmatnya mengabulkan setiap kata yang terucap dengan lirih. Atau agar Tuhannya menguatkan hati yang sedang resah.

Ada yang sedang sedih, Tuhan.
Ada yang sedang sedih.
Hatinya sedang sedih.
Hatinya malu.

image

Posted from WordPress for Android

Tersenyum melihat langit

Allah mengetahui sesuatu yang tidak kita ketahui. Berharap, berdoa, meminta, berusaha, gagal dan terluka. Itu lumrah. Kadang kala kejayaan yang datang bersama titis air mata itu lebih manis nikmatnya dan sangat bermakna ertinya buat kita. Tersenyumlah saat merasakan hidup ini terlalu menyakitkan kerana ada bahagia yang pasti akan datang di penghujung. Jika bukan di dunia, di akhirat sana pasti menanti buat kita. Walau terasa sukar untuk menempuh hari-hari mendatang, bertabahlah.  🙂

Walau terpaksa nangis dalam hujan. 

Posted from WordPress for Android

Back to Allah…

Iyaaaaaaa :):)

Allah itu Maha Baik, Maha Penyayang..

Dalam setiap detik yang Allah berikan untuk kita, tidak sedetikpun Allah lupa dan meninggalkan kita.

Setiap detik, makhlukNya memanggil dengan beragam keluhan, dan tidak sedikitpun Allah merasa lelah.

Kadang ketika kita ditimpa suatu kejadian yang bikin kita tuh sedih banget, atau merasa rugi, atau merasa depresi dan gak ada harapan, bertanya tanya kenapa kita diberi cobaan sebegini berat, hampir hampir hati kita tidak sanggup menahan tangis karena perih yang terasa lalu dengan ringan kita merasa Allah itu tidak adil dan tidak sayang pada kita. Padahal…Subhanallah.. Maha Suci Allah dari segala prasangka buruk kita.

Padahal, disana, di arsyNya, Allah bersemayam dan mengatur segala urusan kita dengan sangat rinci, dengan sangat detail, dengan tidak merugikan dan menjahati kita sedikitpun, dengansebaik baik rencana buat kita :’>

image

Ketika Allah memberikan sebuah ujian, seringkali kita merasa ujian itu sangat berat. Padahal Allah tidak pernah keliru dalam memberikan segala sesuatu.

apa-apa yang ada dan terjadi pada kita, itu semua karena Allah yang menakdirkan, dan itu pasti baik buat kita.

Padahal, ketika kita bersabar, Allah akan berikan pahala yang gak putus putus tapi yang ada kita malah memilih untuk marah, mengeluh tidak sanggup, mencari tandingan bagi Allah..

Dan atas semua perbuatan kita yang penuh dosa kepada Allah itu, tidak pernah sedikitpun Allah tidak menyambut kita ketika kita kembali pada Allah. Allah selalu ada disaat yang lain tidak ada. Allah selalu mendengar disaat yang lain acuh. Allah selalu mengerti isi hati kita disaat yang lain tidak pernah mengerti. Allah tidak meninggalkan kita disaat kita meninggalkan Allah.

rasanya malu, takut tapi juga sekaligus rindu..

🌱🌻🌼🌼🌼

Posted from WordPress for Android

Salmon dan hiu

Pada menu ikan masakan Jepang, ikan salmon akan lebih enak untuk dinikmati jika ikan tsb masih dalam keadaan hidup, saat hendak diolah untuk disajikan. Jauh lebih nikmat dibandingkan dgn ikan salmon yg sudah diawetkan dgn es.
Itu sebabnya para nelayan Jepang selalu memasukkan salmon tangkapannya ke suatu kolam buatan agar dlm perjalanan menuju daratan salmon² tsb tetap hidup.
Meski demikian pada kenyataannya banyak salmon yg mati di dalam kolam buatan tsb. Bagaimana cara mereka (nelayan Jepang) menyiasatinya?Para nelayan itu memasukkan seekor hiu kecil di dalam kolam tsb.
Sungguh Ajaib..! Hiu kecil tsb “memaksa” salmon² itu terus bergerak agar jangan sampai dimangsa si hiu kecil tsb.
Akibatnya banyak ikan salmon yg tetap hidup & jumlah salmon yg mati justru menjadi sangat sedikit..!
Diam membuat kita Mati…!
Bergerak membuat kita Hidup…!
Lalu, Apa yg membuat kita Diam?
Saat tidak ada masalah dlm hidup dan saat kita berada dlm zona nyaman.
Situasi seperti ini kerap membuat kita terlena.
Begitu terlenanya sehingga kita tdk sadar bahwa kita telah mati..!
Ironis, bukan..?
Dan…, Apa yg membuat kita bergerak..?
Masalah…, sekali lagi…, Masalah….!
Tekanan Hidup.., dan Tekanan Kerja…
Saat masalah datang, secara otomatis naluri kita membuat kita bergerak aktif dan berusaha mengatasi semua pergumulan hidup itu…
Tidak hanya itu, kita menjadi kreatif, dan potensi diri kitapun menjadi berkembang luar biasa…
Jangan lupa…, bahwa kita akan bisa belajar banyak dlm hidup ini bukan pada saat keadaan nyaman, tapi justru pada saat kita menghadapi badai hidup…
Itu sebabnya syukurilah kehadiran “hiu kecil” yg terus memaksa kita utk bergerak dan tetap survive…
NEVER GIVE UP!!!

repost..

image

Posted from WordPress for Android

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑